Categories
Filsafat

Baik dan Jahat

Mari kita mulai dengan pertanyaan mudah, mana yang lebih dulu ayam atau telur? ada yang punya jawaban? jika dilihat dari proses evolusi yang dipaparkan dengan indah oleh Darwin mungkin jawabannya adala ayam terlebih dahulu ada sebelum ayam itu berpikir akan lebih keren bertelur daripada beranak, kenapa ayam seperti ini? ingat ini evolusi kawan, siapapun bisa jadi apa saja dalam teori ini, tapi tetap teori sampah ilmu pengetahuan.

oke kita beranjak dari sampah ke hal yang lebih abstrak, mana yang lebih dulu ada baik atau jahat? wow wait the minute!! kenapa pembuka dari tulisan ini dimulai dari ayam dan Darwin? kenapa? yang pasti supaya kelihatan keren aja sih.. oke lanjutkan masalah baik dan jahat. Mana yang ada lebih dahulu? banyak yang bilang “kebaikan akan selalu datang belakangan” apa maksud ungkapan ini? apakah Baik sedang terjebak macet dan datang telat? apakah Jahat datang tepat waktu? datang saat kita butuh makan, tidak punya uang dan Jahat datang dengan nama ‘mencuri’. atau saat ujian tengah semester, materi ujian yang berat, kurangnya minat akan belajar dan Jahat datang dengan sesuatu yang bernama ‘curang’ yang kemudian kita bisa mengkambing-hitamkan Baik dengan alasan “demi masa depan”. manusia apa kita ini?. kita semua tahu setelah berbuat Jahat akan ada sebuah fase yang biasa di sebut ‘penyesalan’, pada fase ini kita merenung, bertanya mengapa perbuatan Jahat itu bisa terjadi, dan kita minta maaf pada tuhan. Kamu yakin tuhan memaafkan? YA. kenapa? karena tuhan maha pemaaf? atau Tuhan maha pengatur? Dia yang mengatur semua yang ada di alam semesta ini, mulai dari gerakan ombak, tejadinya gerhan dan apa yang akan terjadi padamu. Kita ini bawah kendali dari sesuatu yang bernama ‘Takdir’ atau ‘Nasib’ atau apapun namanya.

Kita semua hapal cerita Adam dan Hawa yang terusir dari Surga gara-gara mereka memakan buah Quldi, dimana Mereka terusir dari Surga kerana melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah dari pohon tersebut, sekarang pertanyaanya kenapa Tuhan menanam pohon larangan itu di surga? kenapa pohon itu tidak di pagar. agar tidak ada yang masuk, atau kenapa tidak diberi tanda peringatan agar yang datang selalu ingat kalau pohon itu terlarang, atau kenapa pohon itu tidak ditebang saja agar tidak ada yang dirugikan, lagian kenapa Tuhan harus menanam racun di Surganya? ini sebuah peringatan untuk yang akan masuk surga, “hati-hati dengan apa yang akan kalian nikmati sana, lebih bertanya atau terusir, LAGI”.

oke setelah banyak bertanya di 3 paragraf diatas, mungkin ada yang berkata “beri tahu kami jawabannya…!!!” maafkan aku kawan, aku juga tidak tahu jawaban mana yang duluan Baik atau Jahat, apa masalah tuhan dengan pohon quldi atau masalah Setan dengan godaannya sehingga Adam dan Hawa terusir, aku tidak tahu jawabannya. ini pertanyaan manusia yang terlalu banyak bertanya tapi hanya Tuhan yang tahu jawabannya. sekeras apapun kita bertanya kita dan mencari jawaban kita hanya akan mendapat NOL dari ilmunya, ingat kisah sulaiman yang ditanya tentang Tuhan, Sulaiman Pingsan kerena Ilmu Tuhan itu bukan untuk manusia ataupun Nabi-NYa.

Oh Tuhan, Engkau yang begitu dekat bahkan lebih dekat dari urat leher kami.
salahkah kami bertanya padaMUberdosakah kami jika kami ragu dan berusaha mencari keberadaanMU?
Terkutukkah kami sebagaimana Engakau mengutuk orang-orang sebelum kami, jika kami ingin lebih mengenalMU?
Maafkan kami karena mempertanyakan keputusanMU, kami terlalu sombong dan ingin tahu tentangMU.
Semua ini hanya cara agar Engakau lebih memerhatikan kami, kami yang bertanya dan memohon maaf hanya padaMU.

Kutuklah, jika aku berdosa.
Terimalah, jika aku beriman.