Ke-egoisan-ku 1

Berjuta-juta ton lava mengalir di tubuhku
mereka pikir aku tersiksa
tidak, aku bahagia.

Panasnya telah mencairkan hatiku yang beku
melelehkan rantai berkarat yang mengikat tanganku
menghancurkan beton yang menanam kedua kakiku.

Kini aku bisa berlari menujumu
kini aku bisa menyentuh kelembutan dihelai rambutmu
kini aku bisa bebas memelukmu.

Kuda-kuda liar berlari bergerombol
mereka terhenyak melihat jernihnya danau khayalan
rusa-rusa muda bertanduk panjang meneguk air cawan dunia
tertidur pulas tanpa takut diburu harimau lapar yang kehilangan cinta.

Engkau pikir aku ini bodoh
berkhayal tentang rimba yang merah muda
engkau pikir aku ini patung
duduk diam dan tersenyum menikmati pipimu yang memerah.

Kita manusia budak
punggung ini penuh torehan kasih sayang
pipi ini memar oleh ciuman terima kasih
kaki ini melepuh oleh langkah-langkah bersama
mata ini buram oleh indahnya dirimu
haus ini adalah keinginan
lapar ini adalah rindu
lepaskan aku dari segala penyiksaan ini.

Tidakkah engkau berpikir untuk menengok kebelakang
ada bayangmu dan doaku mengikutimu
tidakkah engkau berpikir untuk melihat langit
ada bintang dan harapanku mendukungmu
tidakkah engkau berpikir untuk menoleh
ada pepohan hijau dan kehati-hatianku menjagamu
tidakkah engkau berpikir untuk merenung
ada rumput berembun dan saranku menuntunmu.

Maafkan aku jika menemanimu hingga larut malam
maafkan aku jika menunggumu pulang
maafkan aku jika datang terlambat.

Kita ini benar-benar payah
kamu masih ragu-ragu
aku sudah percaya.

PS: Dedikasi untuk sahabatku yang sangat baik.

Image by Marcus74id

One comment on “Ke-egoisan-ku

  1. Reply riri Jul 10,2010 4:13 am

    your very best friend just so lucky.

Leave a Reply