Review: Andy’s Corner: Kumpulan Curahan Hati Andy F. Noya

Andy's Corner: Kumpulan Curahan Hati Andy F. NoyaAndy’s Corner: Kumpulan Curahan Hati Andy F. Noya by Andy F. Noya

My rating: 4 of 5 stars

Surat Kecilku untuk Om/Bapak/Bung/Bang/Saudara Andy F. Noya

Kepada
Yth. Andy F. Noya

Hai Om..

Sebelumnya saya akan bercerita sedikit tentang diri saya dan televisi. Saya tidak suka dengan tabung elektronik itu, bukan benci hanya tidak suka. kenapa? hhmm.. saya tidak percaya dengan duduk berlama-lama didepan TV sambil makan krupuk bisa menyelesaikan masalah dan membuat hidup saya jauh lebih baik. itu saja.

tentu saya juga pernah menikmati TV tapi itu hanya dalam kadar yang saya percaya sangat sedikit sekali dan saya hanya bisa menikmati satu stasiun saja, bukannya saya tidak bisa mengoperasikan remote control namun saya percaya dan harus menikmati iklan yang ada diantara jeda suatu program, menurut saya ini cara terbaik berterima kasih atas program gratis yang TV berikan. jika diurut sedari kecil saya hanya tahu sedikit stasiun TV saja, mungkin bisa digambarkan seperti ini:
Cartoon network –> MTV dan Tv5 –> (jeda kosong selama beberapa tahun sejak 1998 sampai 2004) –> Metro Tv –> NatGeo –> dan sekarang kosong kembali. kalaupun ada saya hanya menikmati siaran pertandingan Sepak bola dan acara anda tentunya, Kick Andy!

Kick Andy! menurut saya mempunyai dua keunggulan, pertama Hostnya dan kedua ditayangkan dua kali, jumat dan minggu, jadi jika saya lupa menonton hari jumat saya bisa meontonnya hari minggu, ini alasan saya jarang melewatkannya. dan menyangkut isi acaranya saya rasa sangat refatif, kadang menarik dan kadang “mayan” tergantung topik yang diangkat, tapi itu tidak masalah, selama Hostnya Om Andy, saya akan duduk manis.

oh ya review buku ini, secara keseluruhan saya sangat menyukainya, saya suka cara anda menulis, jujur, terbuka dan benar terasa seperti sebuah curhatan. review selesai. maaf jika review diatas sangat pendek, saya hanya mencoba to the point.

Namun ada satu bab Favorit saya, sebuah bab yang telah saya baca berulang-ulang selama dua minggu ini, sebuah bab yang saat pertama membacanya membuat saya nyaris menangis. yaitu Bab berjudul “Buku” pada halaman 27. pada bab ini saya bisa merasakan apa yang Om Andy rasakan, sebuah perasaan yang saya alami hampir tiap hari.

Bab ini menceritakan tetang kehausan seorang pencinta buku, kehausan yang sangat nestapa akan buku. saat kebanyakan orang mengimpikan rumah mewah, mobil dan harta yang lain, Om Andy hanya mengimpikan memiliki buku. seperti yang saya kutip berikut ini:
“Sejak itu, di bawah alam sadar saya, ada ‘dendam’ yang terus mengikuti langkah saya. suatu ketika nanti, jika mampu, saya akan membeli buku sebanyak-banyaknya. begitu suara hati saya”
oh betapa keingian yang luar biasa. dan saya merasakan hal yang sama. ini membuat saya menjadi orang yang normal. saya menjadi sadar bahwa apa yang saya impikan selama ini juga diimpikan oleh orang lain juga. ini membuat saya bangga dengan hal yang saya impikan.

selama ini saya hanya menganggap sebagai seorang diTV yang wajib saya tonton namun sejak saya membaca bab ini, anda resmi masuk daftar orang yang saya idolakan. saran saya, anda harus menjaga kesehatan dan berusaha panjang umur, karena sebagian orang yang masuk dalam daftar itu telah menyelesaikan urusannya didunia.

untuk itu Om Andy, selamat dan panjang umur selalu.

salam,

`dyka`

View all my reviews

Leave a Reply